Makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang imigran Tionghoa bernama Ong Kino pada awal abad ke-20. Ong Kino dan keluarganya datang ke Sumedang dan mulai memproduksi tahu berdasarkan resep tradisional Tionghoa, tetapi mereka menyesuaikannya dengan bahan-bahan lokal yang tersedia di daerah tersebut.
Berbeda dari tahu pada umumnya, tahu Sumedang memiliki tekstur yang lebih kering di luar, namun tetap lembut di dalam. Hal ini disebabkan oleh proses penggorengan dan bahan baku utama berupa kedelai lokal yang berkualitas tinggi. Produksi tahu ini awalnya hanya dilakukan dalam skala kecil, tetapi lama-kelamaan popularitasnya meningkat karena rasanya yang unik dan cocok sebagai camilan atau pelengkap makanan.
Pada saat itu, tahu Sumedang banyak dijual di warung-warung kecil di sekitar Sumedang. Dengan semakin meningkatnya permintaan, produk ini menjadi ikon kuliner khas Sumedang. Hingga kini, tahu Sumedang tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan sering dibawa sebagai oleh-oleh oleh wisatawan yang berkunjung.
Selain sejarahnya, tahu Sumedang juga memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui:
1. Resep Khas yang Sederhana
Resep tahu Sumedang sebenarnya cukup sederhana, terdiri dari bahan utama seperti kedelai, air, cuka, dan sedikit garam. Namun, rahasia utama terletak pada teknik pengolahan dan penggorengan yang membuatnya memiliki cita rasa khas dan tekstur unik.
2. Nama Awalnya
Tahu Sumedang awalnya disebut "Tahu Bungkeng," diambil dari nama Ong Bungkeng, generasi penerus Ong Kino. Nama ini digunakan hingga akhirnya populer secara luas sebagai "Tahu Sumedang."
3. Camilan Sejuta Umat
Tahu Sumedang adalah camilan yang sangat fleksibel. Bisa dinikmati dengan cabai rawit, nasi hangat, atau sambal, sehingga cocok untuk berbagai suasana. Bahkan, ada warung makan yang khusus menyajikan tahu Sumedang sebagai menu utama.
4. Ikon Kota Sumedang
Tahu Sumedang sering kali dianggap sebagai simbol kota Sumedang, sejajar dengan ikon budaya lainnya seperti kuda renggong dan seni tradisional Sunda. Banyak pengunjung yang datang ke Sumedang hanya untuk mencicipi tahu ini.
5. Potensi Ekonomi Lokal
Produksi tahu Sumedang telah menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Banyak warga Sumedang yang menjadikan industri tahu sebagai mata pencaharian utama.
Salam
admin
#sejarahtahusumedang
#tahusumedang
#sumedang
